Cuma Doa, Senjata Kami yang Tersisa

“Musik tahun baru kami adalah deru suara pesawat tempur Israel, kembang api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Israel,” kata Raed Samir, seorang pemuda Gaza dengan nada sendu.

Itulah gambaran tahun baru di Jalur Gaza, di saat penduduk dunia bersuka ria merayakan tahun baru dengan hura-hura dan pesta kembang api. Dimana-mana disampaikan pesan tahun baru yang penuh harapan, tapi tidak bagi warga Gaza yang memulai tahun baru dengan penderitaan yang mungkin akan berlangsung lama akibat kebiadaban kaum Zionis Yahudi Israel.

“Lihatlah ke luar, pesawat-pesawat tempur F-16 tersenyum padamu, misil-misil menari untukmu, zanana (suara gemuruh) bernyanyi untukmu,” itulah bunyi sms yang diterima Fathi Tobal, juga warga Gaza dari seorang temannya.

Tobal dengan sinis berkata,”Sementara orang lain di seluruh dunia berpesta, kelihatannya pasukan udara Israel sedang berusaha memberikan kami kembang api.”

Apa yang dirasakan rakyat Palestina sekarang? Banyak diantara mereka yang merasa diabaikan dan dikhianati oleh masyarakat internasional. “Dunia seharusnya membuka mata, daripada menari-nari dan minum-minum, mereka seharusnya menghentikan sebuah holocaust yang sedang dialami rakyat Gaza. Dunia internasional seharusnya sudah menghentikan dan melindungi hak-hak kami dibawah penjajahan Israel,” kata Asad Abu Sharekh, seorang profesor dan pengamat politik.

Warga Gaza bernama Marwan, 40, mengatakan, di apartemennya yang cuma dua kamar kini ada 25 anggota keluarganya yang mengungsi untuk menghindar dari serangan udara Israel. “Orang tua, saudara perempuan, saudara lelaki saya terpaksa mengungsi karena khawatir dengan bombardir Israel di tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Banyak keluarga di Gaza kini mengungsi ke rumah kerabat atau ke gedung-gedung sekolah. Meski di tempat itu juga mereka tidak aman karena Israel tidak pandang bulu menjatuhkan bom-bomnya. Masjid-masjid pun menjadi target serangan pasukan Zionis biadab itu.

“Seperti yang kalian lihat, pesawat-pesawat Israel menebarkan ketakutan dimana-mana. Saya berharap anak-anak muda di tempat lain, melakukan sesuatu sebagai bentuk solidaritasnya pada kami, anak-anak muda di Palestina.

Pada tahun baru, rakyat Palestina biasanya mengucapkan “Kul am wa antum bi khoir” (Semoga Anda selalu sehat dan selamat). Tapi tahun ini, warga Palestina di Gaza saling mengucapkan “Kul qasif wa antum bi khoir” (semoga Anda selamat setelah pengeboman). Sungguh Ironis.

Sebagian warga Gaza yang bertahan di rumah-rumah mereka tidak berani keluar. Anak-anak tak lagi pergi sekolah, para lelaki tidak bisa bekerja bahkan salat pun kini di rumah saja, karena masjid-masjid banyak yang hancur. Para orang tua langsung meraih anak-anaknya, jika melihat mereka mendekat ke jendela atau membuka pintu untuk sekedar mengintip situasi di luar.

Abu Anas Al-Banna beserta isteri dan 10 anaknya kini cuma bisa berdiam diri di rumah kecil mereka di Gaza City. Selama enam hari ini mereka merasakan getaran dan suara dentuman yang memekakkan telinga akibat ledakan misil-misil Israel.

“Kematian mengintai kami semua. Saya sendiri panik dan rasanya ingin berteriak, tapi tak bisa. Saya harus kuat demi anak-anak saya,” kata seorang ibu sambil memeluk erat Sami, puteranya yang baru berusia tiga tahun dan tidak berhenti menangis.

“Tidak ada jeritan ataupun air mata yang bisa menyelematkan kami. Berdoa. Doalah satu-satunya senjata kami yang tersisa,” kata Abu al-Banna.

Saat malam menjelang merupakan saat-saat yang menakutkan bagi keluarga al-Banna. Lina, 14, salah satu anak perempuan al-Banna, dari sudut tempat tidurnya cuma bisa berbisik bahwa ia sangat ketakutan saat malam tiba. Saudara lelakinya, Anas, juga masih ketakutan setelah beberap jam bombardir yang dilakukan Israel ke pemukiman mereka. Tubuhnya gemetar. “Saya tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Saya kehilangan semua rasa indera saya,” kata Anas.

Sejak serangan Israel hari Sabtu kemarin, keluarga al-Banna memutuskan untuk tinggal dalam satu ruangan. Mereka memilih kamar yang tidak ada jendela di sudut yang paling jauh dari lantai dasar, tempat yang paling minimal dari resiko terkena bombardir Israel. Abu al-Banna juga menyiapkan peralatan pertolongan pertama. Meski demikian, mereka tetap tidak bisa memejamkan mata saat malam turun di Gaza.

Anak-anak menutup muka atau menutup telinga mereka jika menderngar deru pesawat tempur Israel. “Setiap menit, rasanya kami harus siap mengucapkan perpisahan satu sama lain. Kami tidak pernah tahu apakah kami akan selamat esok hari,” kata mereka pasrah. (ln/iol)
eramuslim.com, 2 JAnuari 2009

No comment »

Kado yang tak ternilai harganya

Siang ini kuterima sebuah bingkisan,
dibungkus tak terlalu rapi, terlihat kalo yang membungkusnya bukan ahli bungkus kado
Tiga gadis kecil yang menyerahkannya padaku
Senyum tulus dan lugu terkembang dari bibir mereka..
“Mbak Rosi, met Ultah ya..”
“Ini dari kita berenam lho mba..”
Kulihat memang ada tulisan anak kecil di bungkusan itu.
From: Mbak Rosi
To: Ayu, Della, Dewi, Erfan, Yusuf, Yoga
(ihi, mungkin maksudnya kebalik. maklum anak kecil)
Allah, Subhanallah..
Kau berikan kado yang luar biasa indah padaku
Meski tak seberapa harganya…,
TApi sungguh, uang berapa milyarpun tak akan bisa menggantikan ketulusan mereka.
Perhatian mereka, cinta mereka..
Tolong balas mereka setimpal, YA Allah…
I Love them..
Terima kasih juga untuk semua saudara2 disekitarku…
KAlian adalah tiang penyanggaku..
Stay with me..
Plis stay with me…

No comment »

18 Desember 2008

Saat usiaku menjelang dua puluh dua..

aku merasa benar2 belum melakukan apa2

Saat usiaku menjelang dua puluh dua..

Aku merasa belum menjadi siapa2

Saat usiaku menjelang dua puluh dua..

entahlah..

berapa lagi waktu yang tersisa

No comment »

JAnji ALLAH…

ALLAH tak pernah janjikan langit selalu biru

Jalan hidup tanpa batu

matahari tanpa hujan

kebahagiaan tanpa kesedihan

sukses tanpa perjuangan

tapi ALLAH janjikan,
kekuatan dari kelemahan

Dia berikan cahaya untuk terangi kegelapan

Dia berikan rahmat Nya dari segala ujian

Dia berikan pertolongan dari segala kesusahan
Yakinlah… kumohon yakinlah….

No comment »

Aku Hanya Ingin Menjadi..

Aku hanya ingin menjadi..

Anak yang terbaik untuk bapak dan ibu

Aku hanya ingin menjadi..

Adik terbaik untuk kakak2ku

Aku hanya ingin menjadi..

kakak terbaik untuk adik2ku

Aku hanya ingin menjadi..

sahabat terbaik untuk teman2ku

Aku hanya ingin menjadi..

tetangga terbaik untuk tetangga2ku

Aku hanya ingin menjadi..

murabbiyah terbaik untuk mutarabbi2ku

Aku hanya ingin menjadi..

ammah terbaik untuk keponakan2ku


Dan kelak…

Aku hanya ingin menjadi..

istri terbaik untuk suamiku…

Ibu terbaik untuk anak2ku…

dan yang terpenting,,,

Aku hanya ingin menjadi..

Hamba terbaik untuk Tuhanku..

No comment »

Alhamdulillah..

Alhamdulillah.., akhirnya punya blog juga..
kunjungi ya.. (kalo sempet)
di rosinaintan.wordpress.com (punya pribadi)
atau di ukhtisunshine.wordpress.com (join sama temen).
Okey?

No comment »

Sudahkah Berfikir?

Tadi pagi, saat minta uang bayaran semester ke Bapak (hix, padahal pernah bilang kalo semester ini ga minta lagi) sempat dikomentarin agak nylekit, "Lhoh, bapak kira wis lulus," lalu spontan saya jawab aja, "Lhah, kula nek sampun lulus mangke pengin liyane."
Hehe.. meskipun dengan nada gojekan, tapi terus terang kata2 itu keluar dari hati yang terdalam.
Hari Kamis kemaren habis nungguin teman seangkatan yang pendadaran.
Waktu itu terbersit pertanyaan,
"wah, kapan nyusul ya?"
"gimana rasanya kalo yang pendadaran itu aku ya?"
Tapi buru2 ingat kenyataan kalo skripsi aja baru mulai..(hehe)
KAdang berfikir juga,
Sudahkan kita memikirkan apa yang harus kita lakukan kalo sudah lulus dan ijazah sudah di tangan? terus terang agak termakan juga omongan temen2 yang lagi kebingungan cari kerja.
Terus terang, saya adalah orang yang paling males 1. Nungguin dosen, 2. berurusan dengan birokrasi, 3. ngurus sesuatu yang ribet
Padahal, dua hal itu kayaknya WAJIB dialami sama orang yang skripsi. Lhah!
Makanya, mulai dari sekarang sedang merancang grand design hidup selama setidaknya enam bulan kedepan. Serealistis mungkin!
Ayo, SEMANGAT!!!!

Comments (1) »

Rabb, Aku Menunggu Keajaiban kecil Mu..

Oke
Hhh…,
pernahkah kalian merasa begitu putus asa dan seolah-olah tak ada harapan? pernahkah?
atau ibaratnya, seorang yang kena kanker lalu dokter mengatakan bahwa hidup kita tinggal tunggu waktu lagi. saat seperti itu, apa yang bisa kita lakukan? saat ikhtiyar sudah sempurna, saat sepertinya kita sudah melakukan semua yang kita bisa, tapi ternyata hasil yang didapat jauh dari harapan. Adakah hal lain yang bisa kita lakukan?
Yaup! masih ada ternyata sodara-sodara!
Doa. Itulah satu-satunya.
Rasulullah saja disaat beliau merasa putus asa apakah bisa menghadapi musuh di perang Badar, belia lalu berdoa. Coba bayangkan saja, 300 pasukan menghadapi sepuluh ribu pasukan. Jangankan  nabi. Kalau kita mungkin  sudah  pasrah.  Tetapi Rasulullah masih yakin akan kekuatan doa. Bahkan ceritanya, beliau saking lelahnya berdoa sampai tertidur.
Dan akhirnya, subhanallah.., Allah mengirimkan sepasukan tentara berbaju putih, dan akhirnya kaum Muslimin menang.
Mungkin kita akan bilang, Ya iya lah.., beliau kan RAsul gitu loh. Lalu kita? dosa aja masih seabrek, ibadah kadang masih malas, fikiran kadang ngga karuan..
Eits, tapi jangan lupa, masih ada berjuta cerita tentang doa. tentang batu besar yang berpindah karena doa, dan kisah2 lain yang notabene bukan dari kalangan nabi. Tapi Allah mengabulkan doa mereka.
Islam mengajarkan kita untuk optimis. makanya Allah mengajak kita untuk selalu berdoa dan berdoa. Sebanyak-banyaknya.
Bahkan meskipun kita sudah bosan dengan doa kita, tapi Allah tidak akan pernah bosan mendengarkan rintihan memohon kita.
Maka dari itu saat ikhtiyar sudah sempurna, dan seolah kita sudah putus asa, berdoalah. Sepuasnya. Gratis kok, ga mbayar.
Dan yakinlah, keajaiban-keajaiban kecilNya akan datang. Cepat atau lambat..

Aku juga sedang menunggu keajaiban itu soalnya…:-)


No comment »

Berhati-hatilah dengan Media!

P4210492
Dalam sebuah
episode acara talkshow Oprah Winfrey
di opular yang kebetulan saya saksikan beberapa waktu lalu, ada sebuah fakta
menarik yang terungkap. Pada episode yang bertajuk “

America

Talks to Oprah” itu, beberapa warga
Amerika diminta untuk mengemukakan beberapa opininya mengenai kondisi Amerika
saat ini.

 Garis besarnya adalah, saat ini Amerika
sedang mengalami puncak dari sebuah krisis opula.
Masyarakat disana
(Amerika), telah menjadikan media sebagai pedoman hidup mereka. Apa yang mereka saksikan di opular, adalah sebuah
keyakinan yang mirip layaknya sebuah doktrin agama.
Pola hidup
selebritis

Hollywood

yang kacau balau, free sex, kumpul
kebo, single parents dan sebagainya
dijadikan sebagai pedoman hidup sebagian besar warga Amerika. Bahkan kini,
institusi pernikahan di Amerika tidak lagi berharga dan institusi perceraian
menjadi bisnis yang sangat  menguntungkan.

 Seorang
wanita Afro Amerika usia 30an saat itu dengan bangganya menyatakan bahwa dia
tidak berkeinginan untuk menikah. Single
and happy
katanya. Alasan yang dikemukakan mengapa ia memilih jalan hidup
seperti itu, tak lain karena ia meniru

gaya

hidup selebritis

Hollywood

yang ia saksikan di media. Sebab
tanpa menikah pun, ia opu melakukan apa saja yang ia mau.
Ia bahkan
menganggap bahwa menikah adalah hal yang merepotkan. Na’udzuillahi mindzalik. Sedemikian parahnya keadaan manusia saat
ini.

 Namun
ada satu hal yang membuat saya lebih kaget lagi saat itu. Dalam talkshow terlaris di dunia tersebut,
mencoba dibuat kesimpulan dan solusi, sebenarnya apa sih yang dibutuhkan
Amerika saat ini?

 Mengejutkan,
waktu itu seorang pakar sosiologi Amerika menyatakan dengan tegas bahwa ternyata
yang dibutuhkan Amerika saat ini adalah agama. Ya, karena menurutnya saat ini
warga Negara adidaya itu menjadikan segala yang mereka lihat di media sebagai
klaim kebenaran. Ia juga menyarankan agar sekolah-sekolah umum di Amerika
kembali mengajarkan kitab suci bagi anak didiknya. Sebab ternyata, 80 persen
orang Amerika tidak lagi membaca kitab suci mereka, apalagi pergi ke gereja.

Bagaimana dengan

Indonesia

?

Kita tinggalkan
Amerika. Kemudian kini kita melihat opula
kita sendiri. Anda saya harpa sependapat dengan saya, ketika mengatakan bahwa kondisi
Indonesia kini opula mirip dengan Amerika, hanya mungkin belum separah itu. Kita
lihat saja, sekarang ini acara-acara televise begitu menjamur tayangan infotainment, yang menyajikan berbagai
pola hidup selebritis opul tanah air.
Kawin cerai sudah biasa, kumpul
kebo malah bangga, dan yang lebih menyedihkan lagi adalah anak-anak umur 14
tahun yang begitu bangga mengenalkan pacarnya. Bahkan berpelukan dan berciuman
di depan media. Hal yang terakhir tadi begitu menggelisahkan bagi saya. Karena saya begitu yakin hal itu akan
ditiru anak-anak seusianya atau bahkan di bawahnya.

Sebagai orang
yang berkecimpung di dunia media, saya pun miris menyaksikan kondisi media saat
ini. Lalu kira-kira apa yang dapat kita lakukan? Pertama,berhati-hatilah dengan media! Terkadang kita harus
menganggap media sebagai musuh. Bukan musuh yang nyata, tetapi musuh dalam
selimut yang sewaktu-waktu dapat mencengkeram kita. Dalam teori komunikasi, para
pelaku media

massa

menganggap kita
para penikmatnya merupakan penikmat yang aktif. Maksudnya, kita berhak
sepenuhnya memilih informasi yang kita konsumsi. Ibarat memilih makanan, kita
harus benar-benar teliti jangan sampai memakan makanan yang haram, meskipun
terlihat begitu lezat.

 Kedua, kuasailah
media! Manusia tidak dapat hidup tanpa media. Presiden Amerika George W. Bush
pun memiliki pedoman, barang siapa menguasai media, maka ia akan menguasai
dunia. Sayangnya, yang memiliki pedoman tersebut seorang non muslim. Coba
dibayangkan, jika prinsip tersebut mengakar di jiwa-jiwa muslim di dunia ini.

Kita ambil
contoh sederhana saja. Di kalangan muslimah di negeri kita menjamur model
jilbab inneke, model jilbab zaskia, dan lain-lain. Itu sangat menandakan betapa
kuat pengaruh media bahkan pada cara berpakaian sekali pun. Tetapi alangkah
lebih indah jika para role model itu memakai jilbab yang rapih lagi, mengikuti
ketentuan Alquran dalam

surat

Al
Ahzab ayat 59, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereke.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu”. Hingga kemudian
semakin diikuti lagi oleh muslimah-muslimah lain di opula ini.
Tidak ada
lagi pornografi, pornoaksi, atau porno yang lain. Kajian-kajian keislaman
tentang fikih, muamalat dan sebagainya menghiasi acara di opular dan dikemas
dengan begitu menarik dan menghibur, sehingga nilai-nilai Islam tidak hanya
diajarkan di sekolah swasta atau di rak perpustakaan.

Sebab faktanya
ternyata menusia masih haus dengan ilmu agama yang menentramkan jiwa. Salah satu indikasi yang mulai terlihat
adalah menjamurnya buku-buku opular tentang Islam. Pameran buku dimana-mana dan
munculnya pengarang-pengarang buku Islam yang cerdas dan berbobot. Semoga
dengan tekad yang kuat, kelak suatu saat media di dunia mampu dikuasai Islam. Wallahu
alam bishshowab.


Pernah dimuat di majalah Hadila

 

No comment »

SMS Merah Jambu

Asslm, malm fulanah lg napa nich? Dh shlt blm? (+6285647XXXXX) Deg! Jantung Fulanah tiba-tiba aja berdebar dengan intensitas diatas normal. Dia dapat SMS dari si Fulan! Padahal si Fulan yang terkenal jaim alias yaga imej itu! Dengan jempol yang bergetar Fulanah membalas SMS Fulan, Wlkmslm, ni lg d kamar. Alhmd dh shlt donk. Lha stu lg np jg niy?Hayo jgn2 malh blm shlt yee.. (+62856407XXXXX) Akhirnya keduanya saling berbalas SMS. Ngga peduli waktu yang udah nunjukin pukul 10 malem, ato pulsa yang udah abis beribu-ribu, ato Mama yang ketok-ketok pintu kamar minta dibeliin obat nyamuk. Bagi Fulanah saat itu, jarak yang memisahkannya dengan si Fulan seakan tak berarti dengan SMS (cie.. sok romantis banget!). Buat sepasang remaja yang terpisah jarak dan waktu tersebut, SMSan begitu nyenengin. Bisa tau si doski lagi ngapain, bisa ngobrolin dari guru yang nyebelin di sekolah sampe merek sandal jepit yang sekarang dipake si Fulan. Dah pokoknya sampe jempol hampir keriting pun ga peduli deh! Begitulah fenomena yang saat ini lagi ngetrend di kalangan sobat muda Be Think. Ya nggak? Yang sekarang mbaca sambil ngangguk-angguk berarti emang salah satu tersangka. (Hehe.. Be Think tau aja) Buat kamu-kamu yang enggak merasa kesindir, eits, bukan berarti trus ngga baca lho ya. Coz yang bakalan Sobat Be Think baca kali ini sapa tau semakin nambah pengetahuan kita. Ocre?! So, Let’s check it out! Sejarah SMS Short Message Service ato nama kerennya SMS mulai dikenal bareng sama telepon genggam atau Handphone (Awal tahun 90an). Jadi SMS merupakan salah satu dari fitur yang ada di HP. Awalnya emang belum ada yang ngeh kalo SMS ini bakalan booming kayak seperti sekarang. Karena emang sebelumnya, SMS cuman fungsi ”sampingan ” selain buat nelpon. Faktor lainnya juga karena emang belum banyak yang punya HP. Selain harganya yang bisa sampe jutaan rupiah (itu pun yang model paling murah), juga karena emang masih terbatas di kalangan menengah keatas en belon banyak yang punya. Fitur HP jaman dulu juga dikenal masih rumit en belum praktis-praktis amat kayak sekarang. Sobat Be Think pasti masih inget kan bentuk HP djadoel alias jaman dulu yang gede, berat, dan harus pake antena? Nomor HP jaman dulu pun harganya masih mahal buanggett. Bisa ampe ratusan ribu bahkan jutaan! Coba sekarang, bisa beli nomer perdana ratusan tuh! Menggusur Telegram dan Pager Kehadiran telepon genggam yang semakin hari bukannya semakin mahal semakin murah aja (kebalikannya sembako yang tiap hari makin mahall!), membuat HP jadi terjangkau di semua kalangan. Bahkan sekarang abang tukang bakso pun dah pake HP lho! Jadi kalo mau pesen bakso tinggal SMS aja. Keren kan? Hehe.. ^_^ kalo dulu kita masih kenal telegram buat ngirim pesan singkat lewat pos. Masih inget nggak waktu guru Bahasa Indonesia ngajarin kita bikin telegram yang biayanya diitung lewat jumlah kata yang kita bikin? Jadi kalo mau ngabarin ada keluarga yang sakit kita musti ke kantor pos terus nulis berita kita dan baru bisa nyampe keesokan harinya. Kalo kata Aming ”Capek deech…” Menjamurnya berbagai merek HP yang terjangkau juga menggusur adanya Pager (baca: pejer, bukan pager rumah lho!). Di awal 90an juga pernah ngetrend yang namanya pager buat ngirim pesan pendek berupa tulisan ke orang. Saking ramenya sampe-sampe ada lagunya ”Tirit..tirit.. pagerku berbunyi. Tiritt..tirit..begitu bunyinya” gitu kira-kira lagunya (maap fales!). Tapi pager pun ternyata dinilai ngga begitu praktis juga, karena juga harus lewat operator. Jadi kalo mau ngirim pesan musti nelpon dulu ke operator baru bisa diterima orang lain. Kebayang kan kalo isi pesannya rahasia? Jawaban ulangan kemaren atau rencana bolos kita? Nah, itulah yang bikin pager tenggelam ditelan SMSan. SMS Merah Jambu? Apaan Tuh? OK, cukup ngebahas sejarahnya SMS. Kita sekarang mbahas inti pembicaraan yang kayaknya udah ditunggu sobat Be Think semua (tul kan?). Nah, kenapa warna yang dipilih adalah merah jambu? Kenapa engga merah darah (hiiy.. syeremm!) atau merah kuning hijau (emang pelangi?). Ada yang bisa jawab? Yup Seratus! (hehe, padahal engga tau juga Sobat Be Think njawab apa =P). Dinamain SMS Merah Jambu karena emang kru Be think aja yang kreatif ngasih nama (Eh engga, ding!) tapi karena perasaan yang mengiringi waktu SMS-SMS itu terkirim dan terbaca oleh sang penerima. Seperti cerita ilustrasi di awal (maaf bila ada kesamaan kisah, Be Think engga sengaja lho ya! =)) saat si Fulanah menerima SMS dari si Fulan. Ada sesuatu di dada yang tiba-tiba berdetak engga karuan, diiringi dengan semburat merah jambu di pipi. Kondisi yang engga akan terjadi kalo seandainya yang SMS adalah temen cewek Fulanah ato si Joko temen sekelasnya yang jerawatan en nyebelin banget. Perasaan yang hanya terjadi kalo si Fulan seorang yang SMS. Meskipun SMS nya engga penting sekalipun, ato meskipun ternyata Si Fulan ternyata salah kirim SMS (kaciaan deh lo..!). Begitulah yang terjadi Sobat Be Think. Bak gayung bersambut, SMS pemicu dari si Fulan yang padahal cuman ngabisin gratisan, ternyata ditanggapi sedemikian rupa oleh Fulanah. Sehingga muncullah yang namanya fenomena Merah Jambu dengan perantara SMS ini. Dari SMS Turun ke Hati Sobat Be Think, apa yang dialami Fulanah ini bisa aja terjadi sama siapa pun. Yup, perasaan yang ”aneh” terhadap lawan jenis atau sekarang sering didefinisikan sebagai cinta ini bisa aja dialami oleh setiap manusia selama dia masih bernafas (Ya iyya lah.. kalo engga bernapas kan ketemunya sama cacing!). Suatu fitrah manusia yang dianugerahkan Allah SWT sejak zaman nabi Adam sampe nanti kiamat. Kalo di pelajaran Bahasa Indonesia ada ungkapan kalo cinta itu datangnya dari mata turun ke hati, tapi sekarang begitu rame SMS ungkapan itu jadi ”dari SMS turun ke hati”. Lhoh kok bisa? Ya bisa aja. Diawali dari salahkirim SMS, eh trus habis itu kenalan, trus habis itu kenalan, trus habis itu ngobrol, trus jadi suka, trus.. selanjutnya tau sendiri kan? Padahal sekali pun mereka belum pernah ketemuan. Tapi ternyata (katanya sih..) dari tulisan-tulisan di SMS udah ketahuan karakter seseorang (wuiss.. keren kan?). Padahal siapa tau ternyata semua yang diomngin boong belaka. Dengan SMS umur bisa dipalsuin, jenis kelamin bisa dipalsuin., wis pokoknya semua bisa dipalsuin dech! Pasti kamu mau bilang ”Ah, Be Think jangan suudzon..” Eits, tapi kan suudzonnya demi kebaikan alias suudzon khasanah. Hehehe =P SMS Kita pun akan Dihisab Sobat muda Be Think, yang namanya syaitan itu emang udah janji sama Allah kalo bakalan menggoda manusia sampai yaumul akhir nanti. Bahkan nabi Adam pun karena rayuan maut syaitan tergoda untuk makan buah terlarang meski udah diwanti-wanti langsung sama Allah. Apalagi kita yang sering pura-pura ngga nyadar (ato jangan-jangan emang nggak mau sadar) kalo Allah selalu ngawasin setiap gerak-gerik kita. Malah ada yang bilang ”Ah, mana mungkin diawasi terus. Manusia kan banyak buanget, kali aja saat itu kita pas lagi engga diawasin.” Masya Allah.. gawat kalo udah ada yang berpikiran kayak gitu. Buruan dech istighfar.. istighfar.. (kayak orang sakaratul maut aja). Hhh… mungkin kadang kita lupa kalo kita sejak lahir udah punya dua malaikat penjaga yang diberikan gratis sama Allah. Sejak TK pun kita udah tau siapa namanya. Yup, mereka adalah malaikat Raqib dan Atid. Raqib yang mbawa catetan perbuatan kita yang baek-baek, kalo Atid nyatet setiap perbuatan kita yang buruk. Setiap seminggu sekali mereka laporan ke Syurga, dan menyetorkan laporan kita itu ke Allah. Nah, begitu pula dengan SMS-SMS kita. Meskipun setiap kali SMSan kita cuman di kamar, dikunci rapet, trus habis itu langsung dihapus inbox ato outboxnya tapi tenang, malaikat-malaikat udah pada punya catetannya meskipun udah kamu hapus sedemikian rupa sehingga. Dan nantinya saat di yaumul akhir, saat semua manusia dihisab amalannya, inbox/outbox kita akan ditampilin semuanya. Dan serrrt……akan keliatan semua SMS-SMS merah jambu alias SMS mesra yang kita kirimin buat lawan jenis. Hiyy.. Be Think kok nakut-nakutin sich? Engga nakutin kok Sobat Be Think, cuman ngingetin aja. Because it’s never too late to begin. OK? So, Musti Gimana Donk? Sobat Be Think, bukan berarti Islam melarang kita untuk SMSan dengan lawan jenis. Cuman, Islam pun mengatur sampe hal-hal kecil yang kita lakuin demi kebaikan kita juga. Salah satunya SMSan ini. Lho, kan jaman Rasulullah dulu belum ada SMS? Ya iya lah, wong listrik aja belon ada! Tapi bukan berarti itu membuat SMS pun tidak ada. Karena Islam adalah agama yang masih relevan alias sesuai sampe akhir jaman yang super canggih sekalipun. Soal fitrah manusia yang tertarik ama lawan jenis, Islam membingkainya dalam keindahan pernikahan. Kalau sudah siap, nikah aja. Karena kata Rasulullah, tidak ada yang lebih indah dilihat mata selain dua orang yang udah menikah. Subhanallah kan? Nah, tapi bagi yang belon siap, sabar.. ada saatnya kok. Perbanyakin puasa, perbanyakin aktivitas positif, perbanyakin ibadah, Insya Allah sampai tiba saatnya kita akan dikasih sama Allah yang terbaok. Amin.. Mulai sekarang Sobat Be Think, SMS-SMS mesra kita kita tujukan aja buat saudara-saudara kita seiman sesama jenis. Lebih banyak lho, ternyata saudari (kalo kita cewek) ato sodara (kalo kita cowok) yang butuh tausiyah-tausiyah kita, butuh pengingatan kita, butuh miscall tengah malem dari kita buat qiyamul lail, dan butuh ditanyain kabar sama kita buat silaturrahim. Insya Allah Sobat Be Think, manfaatnya akan lebih besar dan ukhuwah pun akan lebih terjaga indah. Amiin.. Semoga nanti inboks-inboks kita akan penuh terisi dengan tausiyah-tausiyah seperti ini, Asslm Ukhty, Allah trlalu bijak shg Dy mnciptakn seorg tmn tnpa harga..krn jka Dy mnciptakn tmn dg harga, mk aq tkkan mmpu mmbeli tmn yg brharga sprtimu.. (From : Fulanah (+6285628XXXXX) Dunia ini indh krn ukhwh yg sling mmbri tnpa bats. Ada sapa dlm duka, ad doa dlm ketakutn, Ada maaf dlm stiap khilaf, Ada taujih dlm prbaikn diri. Azzmkn smgt jihad dlm dri qta,Akhi. Allahu Akbar! (From : Fulan (+6815485XXXXX)

No comment »